Sunday, 31 December 2017

Sistem Ekonomi di Dunia (Jenis Sistem Ekonomi)

Jenis sistem ekonomi yang berbeda akan mengelola faktor-faktor produksi dengan cara-cara yang berbeda pula. Pada beberapa sistem, kepemilikannya bersifat pribadi, ada pula yang faktor produksinya dimiliki pemerintah. Berikut ini merupakan jenis-jenis sistem perekonomian:
1. Sistem Ekonomi Terpimpin
 Sistem ekonomi terpimpin didefinisikan sebagai perekonomian yang mengandalkan pemerintah terpusat untuk mengendalikan semua atau sebagian besar faktor produksi dan untuk membuat semua atau sebagian besar keputusan produksi dan alokasi. Dua bentuk paling mendasar dari sistem perekonomian terpimpin adalah komunisme dan sosialisme.   Sistem ekonomi komunis adalah sistem ekonomi yang penggunaan faktor produksi dikendalikan oleh pemerintah. Tanah, tenaga kerja, modal yang dimiliki oleh pemerintah dan kewirausahaan disediakan oleh pemerintah. Semua keputusan-keputusan ekonomis diambil oleh pemerintah, misalnya mengenai produksi, distribusi, konsumsi dan kepemilikan. Dalam hal ini pasar (penawaran, permintaan dan persaingan) tidak mempunyai kekuatan untuk memengaruhi sistem.
 Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi yang kepemilikan sebagian besar bisnis ada ditangan perseorangan (swasta), tetapi pemerintah mengendalikan pengoperasian dan pengaturan industri-industri tertentu. Pemerintah dalam hal ini akan memegang kendali industri-industri tersebut, dimana barang dan jasa yang dihasilkan digunakan oleh masyarakat luas. Contoh industri-industri yang dikendalikan pemerintah: pertambangan, transportasi, komunikasi, kesehatan, maupun perusahaan milik negara. Sistem ekonomi ini dilandasi oleh falsafah kolektifisme dan organisme. Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis adalah :
a. Negara sangat berkuasa dalam pemilikan bersama (kolektivitas) semua faktor produksi.
b. Produksi dilakukan sesuai dengan kebutuhan (production for needs).
c. Perencanaan ekonomi (economic planning) dilakukan oleh negara. 
d. Negara bertindak sebagai penentu harga
2. Sistem Ekonomi Pasar
Sistem ekonomi pasar adalah perekonomian di mana individu-individu mengendalikan keputusan produksi dan alokasi melalui penawaran dan permintaan. Asumsi dasar yang dipakai dalam sistem perekonomian ini adalah: liberalisme, individualisme, rasionalisme atau intelektualisme, materialisme dan humanisme.  Ciri-ciri sistem ekonomi pasar :
a. Penjaminan atas hak milik perseorangan
b. Mementingkan diri sendiri (self interest)
c. Pemberian kebebasan penuh
d. Persaingan bebas (free competition)
e. Harga sebagai penentu (price system)
f. Peran negara minimal
3. Sistem Ekonomi Campuran (Mixed Market)
Sebagian besar negara mengandalkan beberapa bentuk perekonomian campuran, yang menonjolkan sifat-sifat baik perekonomian kapitalis maupun sosialis. Welfare state adalah suatu negara yang ingin menciptakan demokrasi seluas-luasnya kepada rakyatnya dengan menghapuskan kemiskinan struktural.
Tindakan yang dilakukan negara dalam sistem perekonomian ini :
a. Pengeluaran pemerintah untuk pembelian barang dan jasa yang digunakan untuk operasional negara. Dalam hal-hal tertentu, tindakan ini dilakukan untuk mendistribusikan pendapatan.
b. Penarikan pajak, biasanya yang dikenakan pajak progresif sehingga semakin besar kekayaan seseorang maka semakin besar pula harta yang diberikan kepada negara. Pajak ini digunakan untuk melakukan tindakan yang ketiga.
c. Subsidi diberikan kepada para pihak yang membutuhkan sehingga kemiskinan struktural dapat diselesaikan dan distribusi pendapatan dapat terjadi.

Saturday, 30 December 2017

Sistem Ekonomi di Dunia (Sistem Ekonomi dan Faktor Produksi)

Sistem ekonomi merupakan sistem negara untuk mengalokasikan sumber daya ke berbagai warganegaranya, baik individu maupun organisasi. Selain itu sistem ekonomi juga dapat diartikan sebagai suatu cara yang dilakukan sekelompok orang (negara) untuk mengatasi beberapa persoalan seperti:
Barang apa yang seharusnya dihasilkan
Bagaimana cara menghasilkan barang itu
Untuk siapa barang tersebut dihasilkan atau bagaimana barang tersebut didistribusikan kepada masyarakat.
 Sistem ekonomi dapat dibedakan menurut kepemilikan dan atau pengendalian terhadap sumberdaya. Sumberdaya seringkali disebut sebagai faktor produksi. Faktor produksi diartikan sebagai sumberdaya yang digunakan dalam produksi barang dan jasa, paling tidak ada 4 faktor produksi, yaitu:
1. Tenaga Kerja (sumberdaya manusia)
Diartikan sebagai kemampuan fisik dan mental orang-orang pada saat mereka memberikan kontribusi pada produksi dalam perekonomian. Sebagai contoh, sebuah perusahaan keuangan (perbankan) mempekerjakan 200 orang karyawan dalam satu unit kerja (cabang). Diantara 200 karyawan tersebut terdapat beberapa orang yang merupakan tenaga kerja terampil dan terdidik, seperti software enginers, treasury, marketing funding/lending maupun analis kredit.
2. Modal
Diartikan sebagai dana yang dibutuhkan untuk menciptakan dan menjalankan perusahaan/bisnis. Dalam hal ini modal tidak hanya berupa dana/uang tunai saja, tapi dapat juga berupa surat berharga, seperti saham, maupun obligasi.
3. Wirausahawan
Merupakan individu yang menanggung risiko dan peluang yang ditimbulkan oleh penciptaan dan pengoperasian bisnis baru.
4. Sumber daya (sumber daya fisik dan sumber daya informasi)
Sumberdaya fisik merupakan hal-hal berwujud yang digunakan organisasi dalam melaksanakan bisnis mereka. Sumberdaya tersebut meliputi sumberdaya alam dan bahan baku, fasilitas perkantoran dan produksi, serta peralatan lain yang mendukung. Sedangkan sumberdaya informasi adalah data atau informasi lain yang digunakan dalam bisnis.

Friday, 29 December 2017

Tingkatan Partisipasi Bisnis

Ada beberapa tingkatan partisipasi bisnis dalam lingkungan ekonomi global, yaitu:
1. Domestik
Organisasi bisnis terbatas pada lingkungan local dan belum memasarkan ke luar negri sehingga masih terbatas dalam satu negara.
2. Internasional
Seiring perkembangan usaha dan mulai jenuhnya pasar domestik sebagai akibat ketatnya persaingan, organisasi bisnis dapat memperluas pangsa pasar ke negara lain yaitu memasuki pasar internasional.
3. Multinasional
Perusahaan internasional yang membangun pabrik diluar negri akan memasuki fase perusahaan multinasional jika dia memiliki sejumlah pabrik di berbaga negara yang berbeda. Tujuannya untuk memaksimalkan perpaduan biaya produksi yang murah dengan biaya distribusi yang murah.
4. Global
Seiring dengan banyaknya perusahaan global, maka beberapa perusahaan mulai memilih suatu lokasi pabrik diberbagai negara dan melakukan sinergi antar pabrik untuk memproduksi produk secara efektif, efisien dan fleksibel.

Thursday, 28 December 2017

Maksud dan Tujuan Bisnis

Bisnis tidak hanya bermaksud untuk memenuhi kebutuhan masyarakat konsumen.
Ada beberapa tujuan yang biasanya ingin dicapai suatu organisasi bisnis, yaitu:
  • Pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen

Contohnya produk sepeda motor untuk sarana transportasi yang mudah dan fleksibel
  • Keuntungan usaha

Semua organisasi bisnis menginginkan keuntungan secara finansial atas usah yang mereka lakukan.
  • Pertumbuhan dan perkembangan yang berkelanjutan

Contoh organisasi bisnis dengna tujuan ini adalah PT Perhutani yang melakukan Reboisasi dan penghijauan untuk kelestarian usaha dimasa datang
  • Mengatasi berbagai risiko

Contoh usaha ini adalah biro jasa keamanan, lembaga asuransi
  • Tanggung jawab sosial

Banyak usaha yang mulai peduli terhadap lingkungan sosial selain mengejar keuntungan. Contohnya produk mobil ramah lingkungan, produk plastik daur ulang.

Wednesday, 27 December 2017

Pihak Pengelolaan Bisnis (Konsumen)

KONSUMEN
Konsumen adalah pengguna produk yang dihasilkan oleh organisasi bisnis. Konsumen merupakan kelompok potensial yang akan menggunakan produk atau pun jasa yang ditawarkan oleh organisasi bisnis. setiap orang hakikinya pemakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali (Jawa: kulakan), maka dia disebut pengecer atau distributor.

Perilaku Konsumen
Jika dilihat dari perilaku konsumen dalam mengonsumsi suatu barang dibedakan menjadi dua macam, yaitu perilaku konsumen rasional dan perilaku konsumen irasional.

Perilaku Konsumen Rasional
Suatu konsumsi dapat dikatakan rasional jika memerhatikan hal-hal berikut:
barang tersebut dapat memberikan kegunaan optimal bagi konsumen;
barang tersebut benar-benar diperlukan konsumen;
mutu barang terjamin;
harga sesuai dengan kemampuan konsumen.
Perilaku Konsumen Irasional
Suatu perilaku dalam mengonsumsi dapat dikatakan tidak rasional jika konsumen tersebut membeli barang tanpa dipikirkan kegunaannya terlebih dahulu. Contohnya, yaitu:

tertarik dengan promosi atau iklan baik di media cetak maupun elektronik;
memiliki merek yang sudah dikenal banyak konsumen;
ada bursa obral atau bonus-bonus dan banjir diskon;
prestise atau gengsi.
Hak Konsumen
hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;
hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;
hak untuk didengan pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;
hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;
hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;
hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Tuesday, 26 December 2017

Pihak Pengelolaan Bisnis (Tenaga Kerja)

TENAGA KERJA 
Tenaga kerja menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Adapun pengertian tenaga kerja menurut para ahli dapat diartikan sebagai berikut:
a. Rionga dan Yoga Firdaus
Tenaga kerja adalah setiap penduduk dalam usia kerja yang siap melakukan pekerjaan, antara lain mereka yang sudah bekerja, mereka yang sedang mencari pekerjaan, mereka yang bersekolah, dan mereka yang mengurus rumah tangga.

b. Sumitro Djojohadikusumo
Tenaga kerja adalah semua orang yang bersedia dan sanggup bekerja, termasuk mereka yang menganggur meskipun bersedia dan sanggup bekerja dan mereka yang menganggur karena terpaksa akibet tidak ada kesempatan kerja.

Penulis menyimpulkan tenaga kerja adalah seorang dalam usia kerja mampu melakukan pekerjaan guna mengelola produksi atau jasa perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen akan produk yang berkualitas. Secara garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Penduduk tergolong tenaga kerja jika penduduk tersebut telah memasuki usia kerja. Batas usia kerja yang berlaku di Indonesia adalah berumur 15 tahun – 64 tahun. Menurut pengertian ini, setiap orang yang mampu bekerja disebut sebagai tenaga kerja. Ada banyak pendapat mengenai usia dari para tenaga kerja ini, ada yang menyebutkan di atas 17 tahun ada pula yang menyebutkan di atas 20 tahun, bahkan ada yang menyebutkan di atas 7 tahun karena anak-anak jalanan sudah termasuk tenaga kerja.

KLASIFIKASI TENAGA KERJA
Tenaga kerja dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yang secara umum dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu tenaga kerja terdidik, tenaga kerja tidak terdidik, dan tenaga kerja terampil.

a. Tenaga Kerja Terdidik
Tenaga kerja terdidik ialah tenaga kerja yang memiliki keahlian pada bidang tertentu dan keahlian tersebut ia dapatkan dari bidang pendidikan. Contoh dari tenaga kerja terdidik antara lain adalah dokter, dosen, guru, pengacara, akuntan, dan sebagainya.

b. Tenaga Kerja Terlatih
Tenaga kerja terlatih merupakan tenaga kerja yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu dan keahliannya tersebut ia dapatkan dari pengalaman serta latihan. Contoh dari tenaga kerja terlatih antara lain adalah tukang jahit, montir, supir dan sebagainya.

c. Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih
Tanaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih merupakan tenaga kerja yang bekerja dengan cara hanya mengandalkan tenaga yang ia punyai saja, dan tidak memerlukan pendidikan serta latihan terlebih dahulu. Contohnya anara lain adalah pembantu rumah tangga, buruh kasar, kuli, dan pekerjaan lainnya.

KESEMPATAN KERJA
Tenaga kerja sudah pasti berhubungan dengan yang namanya kesempatan kerja. Kesempatan kerja bisa diartikan sebagai suatu keadaan yang menggambarkan adanya ketersediaan lapangan pekerjaan bagi para pencari kerja. Kesempatan kerja ini dapat memberikan peluang untuk angkatan kerja agar dapat melakukan fungsinya sebagai sumber daya ekonomi, yaitu dalam kegiatan ekonomi untuk membuat kesejahteraan bagi dirinya ataupun masyarakat secara luas. Kesempatan kerja terbagi menjadi dua bagian, yakni kesempatan kerja permanen dan kesempatan kerja temporer.

a. Kesempatan Kerja Permanen
Kesempatan kerja permanen merupakan kesempatan kerja yang dapat memungkinkan seseorang untuk bekerja secara terus menerus atau sampai dengan ia pensiun serta tidak mampu lagi bekerja.

b. Kesempatan Kerja Temporer
Kesempatan kerja termporer merupakan kesempatan kerja yang hanya dapat memungkinkan seseorang untuk bekerja dalam kurun waktu yang singkat atau hanya sementara.

Kesempatan kerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam kemajuan suatu negara. Kesempatan kerja yang banyak dapat mengindikasikan bahwa para pencari kerja dapat mendapatkan sebuah pekerjaan untuk modal mensejahterakan dirinya maupun keluarganya. Sedangkan kesempatan kerja yang sedikit akan memperkecil para pekerja untuk mendapatkan sebuah pekerjaan, sehingga akan menimbulkan masalah dan menjadi beban bagi negara.

Monday, 25 December 2017

Pihak Pengelolaan Bisnis (Manajer)

MANAJER
Seorang yang memiliki pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan tanggung jawab yang baik yang diakui oleh organisasi untuk dapat memimpin, mengelola, mengendalikan, mengatur serta mengembangkan organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang direncanakan oleh pemilik modal. Atau definisi manajer yang lainnya adalah seseorang yang dapat mengarahkan orang lain dan mampu bertanggung jawab atas kegiatan atau pekerjaan tersebut.
Beberapa tugas yang dilakukan oleh seorang manajer diantaranya seperti dibawah ini:
Yang pertama, tentunya memimpin organisasi.
Yang kedua, mengatur dan mengendalikan organisasi.
Yang ketiga, mengembangkan organisasi.
Yang keempat, mengatasi berbagai masalah yang dihadapi organisasi.
Yang kelima, mengawasi dan mengendalikan organisasi.
Yang keenam, menumbuhkan kepercayaan.
Yang ketujuh, meningkatkan rasa tanggung jawab.
Yang kedelapan, mengevaluasi kegiatan-kegiatan organisasi.
Dan yang kesembilan, menggali dan mengembangkan sumber daya yang dimiliki organisasi atau perusahaan.

Beberapa organisasi, manajer seringkali dikelompokan kedalam beberapa kategori seperti manajer puncak atau top management, manajer tingkat mengah atau middle management dan manajer lini pertama atau first-line management. Berikut di bagian bawah ini penjelasannya:

a. Manejemen lini pertama (First Line Management)
Manajer lini pertama merupakan tinggatan paling rendah, sering dikenal dengan manajer operasional. Tugasnya seperti memimpin dan mengawasi pegaawai non-manajerial yang derlibat dalam proses produksi. Biasanya mereka sering disebut supervisor, manajer area, manajer shift, manajer department, manajer kantor atau mandor. Itulah penjelasan mengenai manajer lini pertama.
b. Manajer tingkat menengah (middle management).
Manajer tingkat menengah ini berada diantara manajer lini pertama (first line management) dan manajer puncak (top management), tugasnya sebagai penghubung antar keduanya. Adapun jabatan yang termasuk kedalam manajer tingkat menengah ini diantaranya seperti manajer proyek, manajer pabrik, manajer divisi atau kepala bagian. Itulah penjelasan mengenai manajer tingkat menengah.
c. Manajer puncak (top management).
Manajer puncak bertugas untuk merencanakan kegiatan maupun strategi organisasi atau perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya organisasi ataupun perusahaan. Manajer puncak ini dikenal dengan instilah executive officer, contoh dari manajer puncak seperti Chief Executive Officer (CEO), Chief Financial Officer (CFO) dan Chief Information Officer (CIO). Dan itulah penjelasan mengenai manajer puncak.

Sunday, 24 December 2017

Pihak Pengelolaan Bisnis (Pemilik Modal)

Berdasarkan tingkat kepentingan dan keterlibatan dalam aktivitas bisnis, SDM (Sumber Daya Manusia) yang terlibat dalam bisnis dikategorikan menjadi:

PEMILIK MODAL
Pemilik modal adalah individu atau sekelompok orang yang memiliki entitas bisnis dalam menyediakan dana usahanya untuk mendapatkan keuntungan dari kesuksesan operasional perusahaannya dan aktivitas organisasi dapat berjalan dengan lancar. Secara umum mereka memiliki kemampuan yang bagus dalam pengambilan keputusan dan gerakan cepat untuk meraup keuntungan.

Berikut ini adalah beberapa nasehat untuk orang-orang yang bercita-cita untuk menjadi pemilik bisnis:
a. Fokus
Banyak pemula merasa bahwa mereka harus terjun ke dalam setiap peluang yang lewat di depan mata mereka. Peluang seringkali adalah serigala yang berbulu domba. Tampak bagus dari luar, tapi jelek esensinya. Selain itu, dengan mengerjakan banyak proyek sekaligus, itu akan menipiskan dan membatasi efektivitas dan produktivitas anda. Lakukan saja satu hal secara sempurna, bukan sepuluh hal secara asal-asalan.

b. Lakukan apa yang ketahui
Lakukan saja apa yang anda sukai. Bisnis yang dibangun melalui kekuatan dan bakat anda akan memiliki peluang lebih besar untuk sukses. Jika hati dan perasaan anda tidak ada di dalamnya, maka bisnis anda tidak akan sukses.

c. Kelilingi diri anda dengan para penasehat dan mentor
Tidak ada orang yang tahu segalanya, jadi janganlah bersikap seperti anda mengetahui segala hal. Carilah penasehat dan mentor yang bisa membimbing dan menasehati anda agar menjadi pemimpin dan pengusaha yang lebih baik.

d. Jangan boros
Dompet anda adalah darah kehidupan perusahaan anda. Praktekkan dan kuasai seni dari berhemat. Perhatikan setiap pengeluaran. Jaga biaya operasional tetap rendah dan kelola cash flow anda secara efektif.

e. Tidak ada orang yang akan memberi anda modal
Tidak ada yang akan mau memberi anda modal besar pada awalnya. Anda harus membuktikan diri terlebih dahulu sebelum mencari investor. Jika konsep bisnis anda telah sukses, kesempatan anda untuk mendapatkan modal besar dari para investor akan terbuka lebar.

f. Jaga kesehatan
Anda akan lebih produktif jika anda menjaga kesehatan tetap prima. Menjadi pengusaha itu adalah gaya hidup, bukanlah profesi yang dijalani dari pagi sampai sore. Makanlah makanan yang bergizi, berolahraga secara rutin dan cukup istirahat.

g. Tahu kapan saatnya untuk berhenti dan keluar
Ketahui kapan saatnya untuk berhenti dan keluar dari bisnis. Jika ide anda tidak berjalan lancar, refleksikan apa yang berjalan salah dan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Pikirkan tentang bagaimana anda akan menggunakan pengalaman pahit itu untuk membangun bisnis anda berikutnya. Kegagalan mungkin tidak terhindarkan, tapi pengusaha sejati akan selalu bisa mengatasi masa-masa sulit.

Saturday, 23 December 2017

Pengertian Bisnis

Dalam bahasa indonesia belum ditemukan pengertian bisnis yang seragam. Namun pembahasannya, istilah bisnis diartikan semua kegiatan yang mencangkup menyediakan barang dan jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh orang. Atau dengan kata lain. Bisnis dimaksudkan menyediakan barang dan jasa untuk tujuan mencari sebuah keuntungan.
Kegiatan bisnis mencari keuntungan ini dilakuakan oleh usaha perorangan, persekutuan atau kerjasama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Akan tetapi adapula kegiatan bisnis yang tidak mencari keuntungan, yaitu kegiatan yang dilakuakan oleh kantor-kantor dinas pemeritah melalui para karyawannya berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah harus bertindak efesien, manajemen yang baik, menghindari pemborosan dan memberikan layanan yang sebaik-baiknya.
Jadi tujuan utama kegiatan bisnis adalah mencari keuntungan, mengejar pertumbuhan, meningkatkan efisiensi dan melindungi masyarakat (bagi kegiatan bisnis yang tidak mengejar keuntungan).
Banyak kegiatan yang dilakukan dimasyarakat memerlukan pengolahan yang efektif dan efisien. Pada dasarnya, organsasi profit (bisnis) dan organisasi non profit. Kegiatan non profit berorentasi pada tujuan sosial dan tidak mencari keuntungan secara finansial. Contohnya organisasi non profit adalah LSM, LBH, dan sebagainya.
Kegiatan bisnis merupakan proses kegiatan oleh individu atau kelompok melalui proses penciptaan, pertukaran kebutuhan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan khususnya secara finansial. Organisasi bisnis merupakan suatu sistem yang berbagai subsistem yang terdiri dari input, proses, dan output. Organisasi bisnis juga tidak dapat dipisahkan dari sistem yang lebih besar berupa sistem ekonomi yang berkembang yang secara langsung ataupun tidak langsung berpengaruh terhadap bisnis.

Dalam organisasi bisnis terdapat stakeholder yaitu pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan suatu organisasi. Stakeholder primer merupakan pihak-pihak yang secara langsung dipengaruhi oleh kebijakan, ataupun aktivitas organisasi. Sedangkan stakeholder sekunder merupakan pihak-pihak yang tidak secara terpengaruh kegiatan organisasi.


We have new books, movies & games everyday for the whole month. For Free Download!

NFT Sastra Dan Potensi Untuk Mengubah Dunia Penerbitan

Token Non-Fungible (NFT) telah menjadi semakin populer di dunia seni sebagai metode inovatif untuk menjual dan mengumpulkan karya seni digit...